Miris!!! Kartu Kredit Pelanggan Lazada Jebol


Kasus jebolnya kartu kredit pelanggan Lazada Indonesia membuat petinggi situs e-commerce itu angkat bicara untuk memberikan penjelasan. Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pemuda bernama Tri Kurniawan Darmoko mengaku harus merugi jutaan rupiah akibat transaksi yang dilakukan orang yang tidak bertanggung jawab.

Padahal menurutnya, ia sudah lama tidak berbelanja online di situs Lazada itu. Terakhir setahun yang lalu, katanya. Namun anehnya, akunnya kemudian dipakai untuk bertransaksi dan telah berubah alamat email. Pada hari Sabtu pagi (9 April 2016), seseorang melakukan pemesanan di Lazada dengan memperoleh informasi login milik konsumen Lazada. Lazada segera melakukan pembatalan order dan proses pengembalian dana ke kartu kredit konsumen sudah dalam proses. Pada kejadian ini tidak ada isu keamanan pada sistem Lazada, namun hal ini terjadi karena pengambilalihan akun milik konsumen pada kejadian ini.

Nasib sial dialami pemuda ini. Pasalnya, akun miliknya di Lazada ketahuan dibobol. Ia pun harus merugi jutaan rupiah akibat transaksi yang dilakukan orang yang tidak bertanggung jawab.

Pria tersebut bernama Tri Kurniawan Darmoko. Ia menceritakan telah lama tidak berbelanja online di Lazada, terakhir setahun lalu.  
Tapi pagi ini, Sabtu (9/4/2016) ia mendapatkan email transaksi dari perusahaan e-commerce yang berpusat di Dubai, Uni Emirat Arab.

"Saya mendapatkan email transaksi pembelian Samsung Galaxy J5 seharga Rp 2.489.000," turutnya.

Sontak pria yang kerap disapa Wawan ini kaget karena ia tidak melakukan transaksi tersebut. Belumlah rasa kagetnya reda, ia kembali menerima email jika akunnya telah berubah menggunakan email baru.

Sejak berita itu diturunkan, ternyata banyak respons dari pelanggan lainnya yang mengaku mengalami kejadian serupa, dan itu bukan hanya terjadi satu dua kali saja.


Untuk memperkuat keamanan, Lazada juga telah menggunakan fitur verifikasi 3DS untuk semua pemesanan yang menggunakan kartu kredit. Fitur ini memungkinkan verifikasi dua tahap untuk semua order. Apabila akun seseorang telah diambil alih, maka pelaku tetap tidak bisa melanjutkan pemesanan.

Lazada juga ingin menggunakan momen ini untuk menganjurkan kepada konsumen untuk memastikan keamanan dari informasi akun personalnya. Memastikan penggunaan kata sandi yang tidak mudah ditebak oleh pihak lain dan menggunakan kata sandi yang berbeda untuk akun online yang berbeda. 

Pengguna juga diharapkan untuk selalu log out dari akun emailnya, termasuk pada saat menggunakan komputer umum. Tindakan lanjutan untuk memastikan keamanan adalah untuk melakukan instalasi program anti-virus dan lebih waspada terhadap tindakan pengelabuan untuk mendapatkan informasi penting (phishing). 

"Setelah mendapat email kedua, saya langsung telepon bank untuk memblokir kartu kredit. Setelah itu baru menelpon Lazada," ungkapnya.

Setelah dikontak, kata Wawan, pihak Lazada akan menelusuri laporan tersebut. Mereka menjanjikan tenggat waktu 1X24 jam untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Tak lama pihak Lazada telah mengirimkan email ke Wawan yang menyatakan pemesanan telah dibatalkan. Meski demikian Wawan menyayangkan kejadian ini.

"Lazada e-commerce yang besar, tapi keamanan akun pengguna tidak terjaga. Membuat saya selaku pengguna jadi was-was," ungkapnya.

0 Response to "Miris!!! Kartu Kredit Pelanggan Lazada Jebol"

Post a Comment

Back to top